<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-811826070248613384</id><updated>2012-02-16T00:23:38.919-08:00</updated><category term='kisah teladan'/><category term='hikmah'/><category term='biografi'/><title type='text'>Info Master</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iblizinfo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/811826070248613384/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iblizinfo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibliz OffenZe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211053355867676663</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/Ss6OIAXNZyI/AAAAAAAAABs/H8e0YbjAgJM/S220/abdi2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-811826070248613384.post-8646885001798408969</id><published>2009-11-01T11:31:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T11:48:07.850-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Minta Maaf</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang anak sangat suka berdebat dengan kawannya sehingga menjadi hobinya untuk mendebat temanya. Suata hari dia ingin sadar dan bertanya kepada ayahnya. yah, bagaimana caranya supaya saya bisa berhenti untuk berdebat dengan orang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"tancapkan paku pada pagar depan rumah setiap kali engkau berdebat dengan orang lain" jawab ayahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;berikutnya si anak melaksanakan apa yang di katakan oleh ayahnya. Maka setiap dia berdebat dengan seseorang dia pun menancapkan paku di pagar rumahnya. Seiring bergulirnya waktu, pakupun banyak di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suata hari di kembali bertanya kepada ayahnya bahwa di sudah bosan berdebat dengan orang. Kemudian ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada setiap orang yang pernah di ajaknya berdebat dengan syarat jika sudah meminta maaf maka cabutlah satu paku yang pernah di tancapkan. Sang anak pun melaksanakan perintah ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah beberapa bulan paku yang tertancap di pagar telah habis sebagai tanda bahwa semua orang yang pernah diajak berdebat telah memaafkannya. Sang anak menghadap ayah dan menayakan bahwa dia telah meminta maaf kepada semua orang. Namun keluarlah perkataan mutiara dari mulut sang ayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Benar engkau telah meminta maaf namun lihatlah pagar itu meskipun engkau telah mencabut pakunya namun tetap meninggalkan bekas begitupun manusia walaupun engkau telah meminta maaf namun masih ada goresan dalam hati"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga kisah ini bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/811826070248613384-8646885001798408969?l=iblizinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iblizinfo.blogspot.com/feeds/8646885001798408969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iblizinfo.blogspot.com/2009/11/minta-maaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/811826070248613384/posts/default/8646885001798408969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/811826070248613384/posts/default/8646885001798408969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iblizinfo.blogspot.com/2009/11/minta-maaf.html' title='Minta Maaf'/><author><name>Ibliz OffenZe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211053355867676663</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/Ss6OIAXNZyI/AAAAAAAAABs/H8e0YbjAgJM/S220/abdi2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-811826070248613384.post-4939493437319195099</id><published>2009-10-31T13:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T13:59:09.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Malcolm X (part 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/SuykzwF1tlI/AAAAAAAAACo/vyX7QZkfxt0/s1600-h/malcolmx.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/SuykzwF1tlI/AAAAAAAAACo/vyX7QZkfxt0/s200/malcolmx.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Mekah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (&lt;em&gt;The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley&lt;/em&gt;) &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Inilah kisah seseorang manusia yang bangkit dari limbah dunia kriminalitas, dan menjadi pemimpin revolusi hitam di Amerika Serikat.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malcolm_X" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Malcolm X&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke &lt;span id="more-51"&gt;&lt;/span&gt;Amerika. Dulu, pada abad ke-19, bahkan nama orang-orang hitam itu tak diacuhkan oleh pedagang-pedagang budak, dan karena itu mereka hanya disebut sebagai “X”.&lt;br /&gt;Malcolm Little, seperti kebanyakan kaum kulit hitam pada awal tahun 1900-an di Amerika, sering berkabung dalam kemelaratan, dan menghirup udara perbedaan perlakuan ras. Ayah Malcolm, Earl Little, adalah pendeta Gereja Baptis. Dia aktif dalam organisasi UNIA (Asosiasi Perbaikan Kaum Negro Sedunia). UNIA mengibarkan panji-panji kaum kulit hitam asli, dan menganjurkan kembali ke Afrika tanah nenek moyang mereka. Begitu tumbuh dewasa, Malcolm seperti ayahnya: tinggi, besar, dan gagah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan keluarga pendeta Little bukan saja jauh dari kecukupan, tetapi juga banyak mengalami ancaman. Pada suatu malam, ketika lousie (ibu Malcolm) mengandung Malcolm, anaknya yag ketujuh, rumahnya diberondong tembakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KKK" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;gerombolan KKK (Ku Klux Klan)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; organisasi anti ras hitam. Setelah mengetahui bahwa pendeta Little tidak ada di rumah dan mereka hanya berhadapan dengan wanita yang tengah hamil besar, gerombolan itu tak melanjutkan terornya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa rasial yang tetap melekat di sanubari Malcolm terjadi tahun 1929. “Saya masih ingat, ketika ibu saya melahirkan adik saya, Yvonne. Rumah kami dibakar, oleh kelompok Black Legion,” tutur Malcolm X, seperti yang di tulis oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Haley" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Alex Haley&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. “Saya takut dan bingung mendengar sura tembakan dan melihat api yang membakar rumah kami.” Ayahnya malam itu sempat menembak dua orang penunggang kuda yang mengenkan jubah hitam. Itulah seragam Black Legion, organisasi local anti-Negro.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teror Balck Legion malam itu tampaknya peringatan untuk pendeta Little agar membatalkan rencananya membuka warung di East Lansing, daerah Black Legion, Membuka usaha sendiri adalah salah satu usaha UNIA untuk mengajar kaum negro mandiri. Tetapi itulah, usaha yang pada zaman sekarang terdengar sangat wajar dan tak bakal menimbulkan apa pun itu, pada zaman itu bisa bila dilakukan oleh kulit hitam taruhannya nyawa. Jangankan buka usaha, di kawasan itu ada perturan bahwa kulit berwarna dilarang keluar rumah pada malam hari. “Karena itu rumah kami dibakar. Tak ada sebuah barangpun yang kami selamatkan, kecuali lari keluar rumah ketika api menyambar-nyambar. Kami terpaksa pindah ke luar Kota East Lansing.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu malam, Malcolm terbangun dari tidurnya. Dia melihat ibunya menjerit dan menagis . Di ruang tamu, terlihat dua orang polisi. Mereka menggambarkan bahwa Earl Little Meninggal di tabrak mobil. “kabarnya, tubuh ayah hampir terbelah dua dan tenggkorak kepalanya hancur. “bisik-bisik di lansing mengatakan, Black Legion membunuh Earl Little (ayah Malcolm). Pada waktu itu Malcolm masih berusia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/811826070248613384-4939493437319195099?l=iblizinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iblizinfo.blogspot.com/feeds/4939493437319195099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iblizinfo.blogspot.com/2009/10/malcolm-x-part-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/811826070248613384/posts/default/4939493437319195099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/811826070248613384/posts/default/4939493437319195099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iblizinfo.blogspot.com/2009/10/malcolm-x-part-1.html' title='Malcolm X (part 1)'/><author><name>Ibliz OffenZe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00211053355867676663</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/Ss6OIAXNZyI/AAAAAAAAABs/H8e0YbjAgJM/S220/abdi2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f31teC_rdKI/SuykzwF1tlI/AAAAAAAAACo/vyX7QZkfxt0/s72-c/malcolmx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
